Health

Sering Mencabut Rambut Bisa Merusak Folikel dan Menghentikan Pertumbuhan Rambut

Jakarta (KABARIN) - Profesor dermatologi dari University College Dublin Desmond Tobin bilang kalau kamu sering mencabut rambut, folikel rambut bisa rusak dan bikin pertumbuhan rambut berhenti.

Dikutip dari The Guardian, Desmond menjelaskan setiap folikel itu ibarat pabrik kecil yang cuma bisa menghasilkan satu helai rambut. Kalau rambut dicabut terus-menerus, folikel bisa rusak dan rambut di tempat itu nggak bakal tumbuh lagi.

“Kulit kepala kita dipenuhi folikel, pada dasarnya pabrik rambut kecil, dan setiap folikel hanya menghasilkan satu helai rambut. Mencabut rambut tidak akan menyebabkan banyak rambut tumbuh dari folikel yang sama,” kata Tobin.

Hal yang sama berlaku untuk area rambut lain, misalnya alis. Tren alis tipis di tahun 1990-2000an bikin banyak orang mencabut berlebihan sampai akhirnya folikelnya berhenti memproduksi rambut. Akibatnya alis nggak bakal tumbuh lagi di area yang sama.

Masalah utamanya ada di folikel yang rusak. Saat rambut dicabut sampai akarnya, bisa muncul luka kecil di kulit kepala yang bikin folikel mati dan nggak bisa pulih.

Tobin juga bilang beda dengan uban yang sebagian besar ditentukan genetik dan bisa dilihat dari keluarga. Rambut putih sering tumbuh sama baiknya atau bahkan lebih cepat dibanding rambut asli, jadi kadang uban bisa lebih cepat panjang.

“Meskipun demikian, stres kronis, kurang tidur, dan kekurangan nutrisi dapat mempercepat aspek penuaan biologis, termasuk perubahan pada rambut,” tambah Tobin.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: